Senin, 30 Oktober 2023

 BUDAYA POSITIF

Sekolah adalah tempat untuk merencanakan, melaksanakan dan mengolah berbagai aspek yang ada pada peserta didik.  bukan hanya sekedar transfer ilmu tetapi karakter menjadi prioritas. terutama untuk siswa sekolah dasar yang masih harus banyak diajarkan, dibiasakan dan diberi contoh bagaimana harus bersikap, bertutur kata dan bertingkah laku.

Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa pendidikan adalah memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya. Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau diwariskan. 

Untuk mendapatkan lingkungan yang nyaman agar proses pendidikan berjalan dengan baik dan lancar, maka dibutuhkan lingkungan yang positif. lingkungan positif ini nantinya akan melahirkan budaya positif sehingga untuk melakukan proses-proses pembiasaan (budaya positif) dapat berjalan dengan lancar. untuk menciptakan lingkungan yang positif sehingga bisa sampai mewujudkan budaya positif, strategi yang sangat dibutuhkan adalah disiplin. tanpa adanya disiplin dari semua warga sekolah maka mustahil budaya positif bisa terwujud.

Disiplin adalah sesuatu yang dikerjakan orang kepada orang lain untuk mendapat kepatuhan. disiplin sebagai bentuk kontrol diri, yaitu belajar untuk mengontrol diri agar bisa mencapai tujuan yang mulia. tujuan mulia mengacu pada nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang dianut sesorang. jika seseorang sudah sadar dan bisa mengontrol dirinya untuk melakukan sesuatu karena motivasi intrinsiknya, maka dirinya sudah berhasil menjadi pribadi yang disiplin. karena sejatinya motivasi intrinsik seseorang dalam melakukan sesuatu akan membuatnya lebih senang menjalani dan memahami apa yang sedang dijalani tadi

bagi guru yang tugasnya membimbing dan memandu agar kodrat alam dan kodrat zaman anak bisa tumbuh dan berjalan normal, perlu memahami bagaimana cara agar siswa memiliki motivasi intrinsiknya. memahami konsep hukuman, penghargaan dan restitusi menjadi satu pilihan diantara banyak pilihan lain. kemudian menjadi rule model untuk siswa dalam bersikap dan bertingkah laku juga dapat menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan disiplin positif pada siswa. 


Minggu, 07 Juli 2019

GPAI Q 8154

Mungkin bagi sebagian orang, pengalaman yang kualami kemarin tanggal 4 Juli 2019 adalah sesuatu yang biasa. tapi tidak untukku. kesempatan yang diberikan oleh ibu Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang melalui ibu Kepala Seksi Kurikulum, Ibu Roslin Siallagan untuk mempresentasikan best practise q adalah pengalaman yang luar biasa.

Adalah Majlis Guru Besar Selangor  berkesempatan mengunjungi Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang pada tanggal 4 Juli 2019. selayaknya kebiasaan orang Timur, Dinas Pendidikan sudah bersibuk ria menyiapkan segala sesuatu demi memuliakan tamu. rapat digelar beberapa hari sebelum hari H. segala lapisan praktisi pendidikan dilibatkan mulai dari kepala sekolah, guru, pengawas, kepala seksi, kepala bidang sampai Ibu Sekretaris Dinas langsung turun tangan. dan hasil dari kerja sama dan sama kerja, tamu yang datang terlihat puas dan senang sampai menawarkan untuk melakukan kunjungan balasan.

Sebagai seorang guru Pendidikan Agama Islam, dilibatkan dalam kegiatan ini merupakan anugerah yang sangat besar. Mempresentasikan si "Cabe Pedas" di depan kepala-kepala sekolah dari Negeri Jiran adalah karunia yang tak terhingga. Bagaimana tidak, best practise yang sangat sederhana ternyata bisa membawaku mengenal orang-orang hebat di bidang pendidikan. Tidak hanya itu, dua buku yang sudah kutulis juga dijadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang ke Negeri Selangor.

Akhirnya kebanggaan yang kurasakan (semoga bukan sebuah kesombongan) sebagai seorang gpai semoga bisa juga dirasakan oleh rekan-rekan seperjuangan, rekan-rekan sesama gpai di Kabupaten Deliserdang. Ternyata kita juga bisa menunjukkan kebermanfaatan kita bagi orang lain. Gpai Deliserdang juga bisa ikut berkiprah memajukan pendidikan di Kabupaten Deliserdang. Mengutip ucapan Ibu Sekretaris Dinas, Ibu Miska Gewasari bahwa orang yang berprestasi bukan hanya orang yang hebat  dengan segudang prestasi TAPI orang yang berprestasi adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain dan mampu mengajak orang lain untuk maju.


GPAI QM 8154
7 Juli 2019



Jumat, 25 Januari 2019

Kamis, 24 Januari 2019

PROGRAM TAHUNAN PAI KELAS V SEMESTER GENAP



PROGRAM TAHUNAN

PAI

SD INPRES 95/96 BANGUN REJO

KELAS : 5

No.

Semester

PELAJARAN

Sub Pelajaran

Alokasi Waktu

RPP Kelas V Semester Genap PAI SD



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)



Nama Sekolah : SD INPRES 95/96 BANGUN REJO

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Pelajaran : 6

Tema : Mari Belajar al-Qur’an Surah al-Maa’uun

Subtema : Membaca Surah al-Maa’un

Kelas/Semester : V/2

AlokasiWaktu : 4 x 35 Menit

A. Kompetensi Inti (KI)

KI-1 Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.

KI-2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air.

KI-3 Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.

KI-4 Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

RPP PAI KELAS 1 SEMESTER GENAP



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Nama Sekolah : SD 101886 KIRI HILIR TANJUNG MORAWA 

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 

Pelajaran : 6 

Tema : Ayo Belajar 

Subtema : Semangat Belajar Nabi Idris a.s 

Kelas/Semester : I/2 

AlokasiWaktu : 4 x 35 Menit 


A. Kompetensi Inti (KI)

KI-1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.

KI-2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.

KI-3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat,

membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.

KI-4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam

karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

Selasa, 22 Januari 2019

ADUUHHHH....

Kok judulnya "aduhhh", jadi bikin penasaran ya...

Sepulang dari pelatihan Satu Guru Satu Blog (satu guru satu blog) pada hari Minggu 20 Januari 2019 di SMAN 2 Lubuk Pakam, nyaris laptop ini tak terpegang terutama untuk mengerjakan tugas-tugas online sagusablog. beberapa faktor menjadi penyebab hal ini diantaranya kondisi badan yang menurun terutama mata karena satu harian melihat laptop dan handphone. Kemudian rumah kedatangan tamu sehingga tugas-tugas tidak bisa dilanjutkan ditambah dengan tugas sekolah dan organisasi guru.

 BUDAYA POSITIF Sekolah adalah tempat untuk merencanakan, melaksanakan dan mengolah berbagai aspek yang ada pada peserta didik.  bukan hanya...